scrol kebawah untuk membaca
ReligiReligius

Meneladani K.H. Ahmad Dahlan dalam Mengajarkan Al-Quran

×

Meneladani K.H. Ahmad Dahlan dalam Mengajarkan Al-Quran

Sebarkan artikel ini
Meneladani K.H. Ahmad Dahlan dalam Mengajarkan Al-Quran

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Cirebon, 29 Agustus 2025 – Meneladani K.H. Ahmad Dahlan, Majelis Tabligh PCM Ciledug Kabupaten Cirebon menggelar pengajian rutin bulanan di Masjid Ulul Albab, Kompleks SMP dan SMK Muhammadiyah Ciledug, Jumat (29/8/2025) ba’da salat Jumat.

Acara dihadiri sekitar 70 jamaah dengan menghadirkan penceramah H. Nunu Anugrah Perdana, S.T., M.Pd.I., Sekretaris PD Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.

Empat Tahapan dalam Mempelajari Al-Quran

Dalam tausiyahnya, H. Nunu mengajak jamaah meneladani metode K.H. Ahmad Dahlan dalam mengajarkan Al-Quran. Ia menjelaskan bahwa ada empat tahapan penting dalam mempelajari kitab suci.

Tilawah dan Qiroat

Tahap pertama adalah tilawah, yakni membaca Al-Quran dengan benar melalui kaidah tajwid dan makharijul huruf. Selanjutnya, tahap kedua adalah qiroat, yaitu memahami makna ayat-ayat yang dibaca.

Tadarus dan Tadabbur

Tahap ketiga adalah tadarus, yakni mempelajari tafsir serta asbabul nuzul Al-Quran secara berkelompok dan berdiskusi. Sedangkan tahap keempat adalah tadabbur, yaitu merenungkan kandungan ayat-ayat Al-Quran dengan melihat ciptaan Allah SWT sehingga memperkuat iman.

K.H. Ahmad Dahlan dan Tafsir Al-Maun

Menurut H. Nunu, K.H. Ahmad Dahlan tidak hanya menekankan hafalan ayat maupun maknanya, tetapi juga penerapan dalam kehidupan nyata. Contoh yang paling fenomenal adalah pengajaran tafsir Q.S. Al-Maun.

Dari Teori ke Aksi Sosial

Kyai Dahlan mengajarkan Surat Al-Maun kepada murid-muridnya selama hampir tiga bulan. Saat para murid bertanya mengapa surat tersebut terus diulang, beliau menegaskan bahwa inti dari belajar adalah melaksanakan isi Al-Quran.
Ia kemudian memerintahkan murid-muridnya untuk mencari kaum fakir miskin dan anak-anak terlantar di sekitar alun-alun Keraton Yogyakarta guna disantuni. Dari sinilah lahir teologi Al-Maun yang menjadi dasar gerakan sosial Muhammadiyah.

Keterlibatan PCM, Ortom, dan Mahasiswa

Ketua PCM Ciledug, Muhammad Taufik Hidayat, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa pengajian rutin PCM dihadiri oleh berbagai unsur persyarikatan, mulai dari pengurus PCM, ortom, PRM, hingga karyawan amal usaha Muhammadiyah (AUM).

Kehadiran Mahasiswa UMMADA

Menariknya, acara juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ciledug Wetan. Kehadiran mereka menambah semarak pengajian sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, persyarikatan, dan masyarakat.

Meneladani Semangat K.H. Ahmad Dahlan

Pengajian ini diakhiri dengan ajakan agar jamaah dapat menghidupkan kembali semangat K.H. Ahmad Dahlan dalam mengajarkan Al-Quran. Tidak hanya membaca dan memahami, tetapi juga mengamalkan dalam kehidupan sosial, sebagaimana pesan Al-Maun yang terus relevan hingga kini.

Penulis: Divita
Editor : FA Redaksi
Sumber : Arya Cirebon


RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon Rayakan Milad ke-11

Indrayana Lantik Pengurus Baru DPD PPSSI Jabar 2025–2029

Ketua PDM Kab. Cirebon dalam Khotbah Iduladha: Kurban Wujud Ketaatan dan Keikhlasan Sejati

WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »