scrol kebawah untuk membaca
banner 728x90
banner 160x600
BeritaBerita DaerahBerita Utama

Manajemen PPJ Dinilai Kacau, DPRD Kota Bogor Desak Direksi Bertindak

×

Manajemen PPJ Dinilai Kacau, DPRD Kota Bogor Desak Direksi Bertindak

Sebarkan artikel ini

EX-POSE.NET  : Latest-Trusted-Objective | Berita Terkini - Terbaru - Terpercaya

Manajemen PPJ Dinilai Kacau, DPRD Kota Bogor Desak Direksi Bertindak

Ex-Pose.net, Bogor — Komisi II DPRD Kota Bogor menyoroti keras buruknya pengelolaan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Manajemen di nilai tidak terkoordinasi, lamban merespons masalah, dan lemah dalam pengawasan internal.

Anggota Komisi II, Rifki Alaydrus, menyebut kondisi PPJ memprihatinkan dan meminta direksi bersikap tegas.

Artikel Berita Lainya  Demo Ricuh di Cirebon, Massa Bakar Barrier dan Serang Mapolsek

Baca juga: IGoWa Tekan Pemkot Bogor Buka Detail Kerjasama Media Miliaran Rupiah

“Jika ada oknum yang bermain, jangan ragu bertindak. Kalau tidak mampu, serahkan mandatnya,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 28 November 2025.

Baca juga: Promosi Jabatan Pemkot Bogor Dipertanyakan, Sistem Merit Dipertaruhkan

Menurutnya, di tengah sorotan tersebut, muncul pula rumor adanya karyawan yang di sebut pernah terlibat kasus korupsi. DPRD meminta PPJ memberikan klarifikasi terbuka.

Artikel Berita Lainya  Sidang DKPP: Ketua KPU Bogor Mangkir, Pengadu Beberkan Aliran Dana

Baca juga: Rekaman Dugaan “Jual Beli Kursi” SMP Negeri Kota Bogor, Tarif Tembus Rp 28 Juta

“PPJ bukan tempat berlindung bagi individu dengan rekam jejak bermasalah,” tegas Rifki.

Lanjutnya, sejumlah pasar di bawah PPJ juga di keluhkan tidak terkelola dengan baik. Mulai dari PKL yang meluas hingga penataan pedagang yang tak terarah.

Artikel Berita Lainya  PK Silfester Matutina Gugur, PN Jaksel Tolak Alasan Sakit

“Kami mendesak direksi melakukan pembenahan total melalui audit internal, penataan ulang organisasi. Dan penindakan terhadap oknum yang terindikasi menyimpang,” ujar Rifki.

“Tentunya dalam hal ini, PPJ kini berada di persimpangan untuk memperbaiki manajemen atau menghadapi tuntutan perubahan kepemimpinan dari publik,” sambung Rifki.

 

Penulis: Nova Wylian Sumaryo 
Editor: Refer
WBN-Fingerprint: ex-pose.net-2025
Artikel ini diterbitkan pertama kali di ex-pose.net

Tinggalkan Balasan

Translate »